Showing posts with label Peternak Kelinci di Batu. Show all posts
Showing posts with label Peternak Kelinci di Batu. Show all posts

Sunday, 27 December 2015

Nambah Koleksi FuzzyLop di Kandang


Cantik nggak FL koleksi baruku ini? harus bilang cantik ya..hiks..hiks.. kalau di inget-inget, untuk mendapatkan FL ni perjuangannya begitu keras. Bagaimana tidak, berangkat ber-empat dengan teman seperjuangan kita mulai hunting menyusuri kandang demi kandang di Kota Lembang. yah kapan lagi gitu, mumpung kita menginap dibandung setelah mengikuti show kelinci di Cipanas ya sudah pasti kita harus nyempetin ke Lembang yang notabene pusatnya kelinci-kelinci berkelas atau barometernya kelinci di Indonesia.

Dari Bandung kita berangkat tepatnya jam 11 Siang. Di mulai dengan perjalanan menanjak yang cukup panjang dan gak jarang juga kita harus mampir mencari tempat berteduh karena beberapa kali diguyur hujan tidak menyurutkan semangat kita untuk hunting-hunting kelinci. Dengan menggunakan motor pinjaman yang sebenarnya mesinnya gak layak digunakan menanjak, kami berupaya keras untuk tetap mengarungi jalan yang makin lama makin meninggi. Dengan sedikit serong kanan dan serong kiri dengan gigi 1 atau 2 dan dengan menancap gas sekencang-kencangnya kami berusaha menyeimbangkan motor supaya tetap kuat untuk menanjak.



Adapun anggota rombongan kami adalah dari Sam Happy, Sam Mahendra, saya sendiri (Ardya Rabbitry) dan dipandu dari teman setia kami dari lembang Kang Tedi sebagai pemandu kami berusaha menikmati perjalanan walaupun harus sampai sedikit basah dan merasakan hawa dingin yang menusuk karena memang lembang berada diwilayah dataran tinggi.

Singgah dari satu kandang ke kandang lain untuk mencari kelinci utama tujuan kami yakni Fuzzy Lop akhirnya kami berhasil menemukan kelinci idaman masing-masing. Yah walaupun tujuan utamanya hunting kelinci fuzzy lop, tentu saja kami juga memborong kelinci lain seperti FG dan EA karena sangat sayang jika melihat kelinci bagus disini tidak sekalian dibawa pulang. Mumpung di Lembang Gitu. Hunting kami berakhir pada pukul setengah 1 tengah malam, dan akhirnya kami menginap dirumah kang tedi untuk melepaskan lelah.

So..untuk sementara ini, kelinci fuzzy lop yang telah saya beri nama Elena ini sudah pasti tidak akan dijual dulu ya sob. Jika kalian minat, yah kita tunggu anakannya saja ya. kemungkinan masih 3-4 bulan lagi ni si Elena ini baru mempunyai anak. Doain Subur aja nih, dan semoga bisa menghasilkan bibit yang lebih bagus lagi. Sekian saja ya, Trimaksih sudah mampir diblog kami.


Author : ARDYA RABBITRY (Peternak Kelinci Hias Kota Malang)

Monday, 9 November 2015

Paguyuban Peternak Kelinci di Malang


Mungkin belum banyak yang tahu bahwa kota Malang mempunyai segudang peternak kelinci berkelas yang berpengalaman. Para peternak kelinci di kota malang bisa dibilang sangat mementingkan mutu peliharaanya. Di sini kualitas hasil breeding kelinci benar-benar di jaga kelestariannya dan juga selalu ada upaya-upaya untuk selalu upgrade peningkatan mutu kelinci sehingga semakin bagus perkembangannya.

Daripada Malang Kota Mungkin bisa dibilang di Malang kabupaten lebih terkenal dengan kabupaten penghasil kelinci, karena kabupaten Malang sudah mempunyai populasi kelinci puluhan ribu ekor. Para peternak dikabupatenpun biasanya ditiap kandangnya mempunyai populasi ratusan ekor. Bedanya dengan di kota Malang, para peternaknya rata2 hanya mempunyai populasi  rata2 di bawah 100ekor dikandang namun jika dilihat soal kualitas para peternak kelinci dikota malang ini sungguh sangat pantas dapat acungan jempol dari sobat pecinta kelinci.  Kondisi Peningkatan mutu kelinci ini secara perlahan juga merembet ke area Singosari dan Lawang.

Untuk menunjang mobilitas para peternak kelinci ini, Kota malang juga mempunyai Paguyuban Kelinci yang terkenal dengan nama " Shashi Sarana Mukti ". Paguyuban ini masih eksis hingga saat ini dan selalu rutin menggelar pertemuan (kopdar) setiap Bulannya. Paguyuban ini merupakan wadah yg bisa memupuk solidaritas antar peternak dan mempunyai banyak agenda yang bertujuan untuk memupuk motivasi peternak dan peningkatan mutu kelinci di kota Malang dan area sekitarnya.

Walaupun lebih terkenal dengan paguyuban kelinci Kota Malang, Anggota Paguyuban ini sebenarnya sebagian besar berasal dari Kota Malang dan Singosari. Pada dasarnya paguyuban ini memang tidak dikhususkan untuk peternak Kota Malang saja, siapapun peternak di Malang Raya boleh bergabung karena memang tujuan utama dibentuknya paguyuban ini adalah untuk memupuk kekompakkan dan solidaritas antar peternak di Malang Raya.

Paguyuban Kelinci Shashi Sarana Mukti juga tidak jarang memberikan penyuluhan-penyuluhan tentang potensi berternak kelinci kepada masyarakat awam dan juga beberapa kali telah mengadakan pelatihan-pelatihan yang dinara sumberi oleh master kelinci indonesia, sehingga banyak ilmu-ilmu baru yang bisa didapatkan oleh peternak.

Sekian saja info yang kami bagikan hari ini dan semoga bermanfaat.



Tuesday, 27 October 2015

Mengapa Harga Kelinci Hias Sangat Bervariasi dan tidak konsisten?


Title : When i ask Price, Why Always PM ? Berikut Latar belakangnya!

Berdagang Hewan tidak sama dengan berdagang Barang. Apalagi jika sudah menyangkut kelinci Hias. Dalam bermain kelinci hias, ada beberapa aspek yg wajib anda pahami karna beberapa aspek tersebut akan sangat menentukan nilai ketidakstabilan harga terutama di usia anakan.

Tahukan anda bahwa setiap anakan kelinci dari indukkan yg sama (1 saudara) akan mempunyai kualitas yg berbeda-beda? Sebenarnya hal ini juga sama saja dengan kita (manusia). Bagi kita yg mempunyai saudara, tidak aneh jika si kakak ternyata lebih cantik dari adiknya, si adik lebih gemuk dari kakaknya, si kakak rambutnya keriting kok adik rambutnya lurus, kakak kulitnya putih mulus kok saya agak hitaman ya..dan lain sebagainya.

Tidak hanya fisik, sifatpun juga tidak akan sama. Kembali ke topik, dalam bermain kelinci hias, Aspek Utama yang menjadi dasar dalam penilaian adalah Mutu / Kualitas. Standar mutu tiap-tiap jenis kelinci tentu saja akan berbeda spesifikasinya.  Misalnya saja kelinci rex. Selain berpatokan pada bobot, spesifikasi standar mutu kelinci rex yang paling besar poinnya adalah dari Bulu dan Body dan dilengkapi spesifikasi pendukung lainnya seperti telinga,ekor,dll

Sebenarnya sama saja dengan burung kicau. Burung Kicau yg gacor tentu saja akan berbeda nilainnya dengan yang tidak gacor, dsb. Berbeda lagi dengan burung merpati ondokan (balap), tentu saja disini yang menjadi standar spesifikasinya bukanlah kicau namun lebih ke kecepatannya.

Oleh karena itu, Dalam bermain kelinci hias, walaupun 1 saudara maka nilai harganya akan berbeda-beda. Perkembangan mutu pada kelinci juga sangat dipengaruhi oleh masa pertumbuhannya. Dalam artian lain, cara perawatan anda juga akan mempengaruhi perkembangan mutu kelinci anda. Contoh: Pakan yg tidak terkontrol akan membuat kelinci anda kegemukan, hal ini berdampak fatal jika anda memelihara kelinci hias berjenis mini, karena perkembangan bobot juga ada batasanya.

Cara merawat yg kurang baik juga akan menimbulkan berbagai dampak penyakit, dan yang paling riskan adalah penyakit mencret. Menurut banyak peternak berpengalaman, Kelinci yg sudah terkena mencret, perkembangannya ke depan tidak akan bisa optimal, biasanya bobotnya juga tidak akan bisa maksimal sebagaimana wajarnya.

Selain Mutu dan Perawatan, Aspek selanjutnya yang bisa menentukan nilai adalah Umur. Semakin bertambah umur kelinci, maka rincian biaya pakannya jg akan bertambah. Maka sangat lumrah jika saat ini harga kelinci 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan dst tidak sama. Dari aspek umur ini bisa dibilang Puncak nilai harga tertinggi suatu kelinci adalah jika sudah siap kawin atau bisa juga indukkan proven/produktif. Biasanya yg paling ramai di cari untuk usia kejayaan ini adalah sekitar 5-11bulan. Hal ini bukan berarti bahwa usia kelinci yg di atas 11 bulan berkualitas jelek, perlu anda ketahui bahwa usia produktifitas kelinci sebenarnya sangat panjang, dan pada hakikatnya usia kelinci juga bisa sampai 5-8tahun. Hal yg demikian biasanya lebih dikarenakan oleh permintaan pasar saja, karena idealnya jika ingin diternak lagi akan lebih banyak peminatnya jika usianya masih muda daripada usia yg sudah tua.

Aspek terakhir yang menentukan nilai jual kelinci adalah produktifitasnya. Indukan kelinci yg produktif dan bisa mempunyai banyak anak dan sering beranak, tentu saja akan semakin banyak di cari daripada yg hanya beranak sedikit. Dan untuk kelinci yang kurang produktif dan sudah tua biasanya akan masuk ke barang afkir atau masuk ke dalam pedaging (walaupun sebenarnya adalah kelinci hias).

Dari ulasan di atas, Tentu saja akan sangat sulit bagi peternak untuk memajang harga secara online. Sesuai dengan permasalahan pada awal paragrap yang sudah sempat saya sebutkan tadi bahwa jika kita berjualan barang, maka barang tersebut tidak mungkin akan berubah bentuk maupun berubah kualitas dalam periode waktu tertentu yg singkat. Sangat berbeda jika berjualan kelinci hias, Kualitasnya akan selalu berubah hanya dalam beberapa minggu saja selama proses perkembangannya terutama pada masa anakan, dan seperti yg sudah saya bilang, Umur dan kebutuhan pakan juga akan menjadi rincian tersendiri untuk penentuan harga.

Jika kita pajang dengan harga sekian pada saat kita menguplod foto secara online, sudah tentu harga tersebut akan menjadi patokan. Sedangkan konsumen tidak bisa diperkirakan waktu kedatangannya. Bisa hari ini, besok, minggu depan atau bulan depan. Dan akan selalu menjadi masalah jika harga yg ditawarkan di online pada saat itu, akan berubah pada minggu atau bulan berikutnya tanpa sepengetahuan konsumen/peminat. Jika demikian, maka akan sangat lebih baik jika harga tidak dipajang secara online, namun lebih dari person to person melalui Private Message (PM) dengan ditambahkan penjelasan/edukasi langsung terhadap konsumen, mengingat tidak semua konsumen memahami seluk beluk ttg kelinci hias.

Monday, 7 September 2015

Ingin Mengenal Jenis-jenis Kelinci dengan Benar supaya tidak ditipu penjual?



Ingin Mengenal Jenis-jenis Kelinci dengan Benar supaya tidak ditipu penjual? Maka kami sarankan anda untuk selalu mengikuti updatetan di Facebook kami yakni https://www.facebook.com/peternakkelincidimalang . Latar belakang kami membuat facebook tersebut tidak lain adalah dari pengalaman kami sendiri pada masa lalu dimana pada saat itu kami juga belum mengenal jenis-jenis kelinci, sehingga pada akhirnya pada saat kami membelipun bisa dibilang kami telah tertipu.

Kami lebih suka berfikir positif dengan menganggapnya karena kekurangtahuan penjual tentang kelinci, sehingga apa yang ditawarkannya kepada kami juga masih menggunakan pengetahuan yang ala kadarnya. Mungkin sobat ada sedikit pertanyaan seperti ini : tertipu gimana sih mas? , yang saya maksud tertipu disini adalah kami ingin membeli kelinci rex, namun entah karena sengaja atau karena juga sama sama tidak tahu, ras kelinci yang sudah tidak rex dibilangnya rex. Seharusnya kalo memang sudah di silang dengan kelinci lain maka sebagai penjual yang baik, kita wajib memberitahu kepada pelanggan bahwa kelinci yang kita jual tersebut adalah rex silangan. Hal yang serupa juga terjadi pada saat kita membeli kelinci Fuzzy Lop, dan beberapa jenis lainnya.




Lalu apa pentingnya mengenal jenis kelinci? Tentu saja sangat penting. Jika tujuan anda adalah berternak dan ingin berjualan kelinci, maka mengenal jenis kelinci adalah ilmu wajib yang harus anda pelajari, karena jika sampai anda salah dalam menentukan jenis, maka anda bisa dicap sebagai penipu jika pada kenyataannya dikemudian hari si pembeli mengetahui jenis kelincinya tidak sama dengan jenis yang anda sebutkan.

Kelinci yang sudah silangan nilai jualnya juga tidak sama dengan kelinci yang masih murni. Karena di Indonesia ini lebih banyak kelinci ras silangan daripada kelinci murninya, sehingga memberikan dampak terhadap nilai jual ras kelinci murni sangat tinggi. Jika anda ingin berternak dan ingin mendapatkan bibit yang benar-benar murni namun masih ragu karena anda merasa ilmu anda tentang jenis kelinci belum cukup, kami sarankan anda membelinya hanya dari peternak
terkenal. Atau pelajari dulu secara seksama tentang jenis-jenis kelinci melalui FB kami di https://www.facebook.com/peternakkelincidimalang

Wednesday, 5 August 2015

Menjadi peternak Kelinci yang mementingkan Kuantitas atau Kualitas?


Peternak kelinci bisa dikategorikan ke dalam 2 jenis sesuai dengan sudut pandangnya. Yang pertama yakni peternak yang mementingkan kuantitas dan yang ke dua adalah peternak yang mementingkan kualitas. Peternak yang mementingkan kuantitas biasanya sangat jarang sekali mementingkan kualitas dan begitu juga sebaliknya peternak yang mementingkan kualitas biasanya jarang mementingkan kuantitas. Karena saya bilang jarang, berarti tidak menutup kemungkinan ada peternak yang mampu mengembangkan keduanya!


Saya akan membahas sedikit tentang apa yang dimaksud dengan peternak yang mementingkan kuantitas. Peternak yang mementingkan kuantitas akan selalu berusaha memaksimalkan produksi hasil dari peternakan kelinci mereka. Hal seperti ini tentu saja juga di idam-idamkan semua peternak, oleh karena itu hal ini bukanlah hal yang paling utama yang ingin saya bahas. Bagi peternak yang mementingkan kuantitas daripada kualitas tentu saja yang difokuskan adalah bagaimana supaya bisa cepat banyak, banyak dan banyak. Tidak peduli kualitasnya seperti apa, yang penting bisa disetorkan ke pengepul dengan harga yang paling murah. Kenapa yang dituju harus murah? bukannya mahal akan lebih baik bagi peternaknya?

 Menanggapi pertanyaan di atas, Sebagai konsumen tentu saja barang murah adalah hal yang diidam-idamkan. Hal ini secara tidak langsung berpengaruh terhadap permintaan pasar yang semakin besar. Lebih baik murah tetapi cepat laku daripada Mahal tapi lama lakunya. Dari kategori ini didalam proses pengembangannya biasanya unsur keaslian ras tidak diutamakan, masa kawin dipercepat dan dimaksimalkan, Pakan lebih murah lebih bagus, biaya operasional ditekan sekecil-kecilnya, anakan umur 1 bulan langsung disetor kepengepul.

Yang selanjutnya adalah peternak kelinci yang berpatokan pada kualitas. Bisa saya katakan bahwa breeder (peternak) model seperti ini adalah peternak yang benar-benar sudah tergila-gila dengan kelinci. Semakin besar kecintaan breedernya terhadap kelinci maka akan semakin bagus pula mutu yang dihasilkan oleh breeder tersebut.

Bagi breeder seperti ini hampir sebagaian waktunya dihabiskan untuk kelinci, mulai dari perawatan seperti menyisir bulu,memotong kuku pemberian pakan yang bermutu, mengikuti kontes dan lain sebagainya. Kualitas kemurnian Ras biasanya sangat diutamakan, kualitas bulu, melatih pose, dan bentuk proposional tubuh juga akan sangat dijaga terutama jika ingin mengikuti kontes, tidak peduli seberapa jauh tempat acaranya pun akan didatangi oleh mereka khususnya yang mampu. Oleh karena breeder seperti sangat loyal terhadap kelinci mereka, tidak heran jika koleksi mereka biasanya juga terbatas sesuai dengan kemampuan mereka dalam memberikan perawatan terhadap kelincinya.

Peternak kelinci yang mementingkan kualitas bisa kami bilang tidak terlalu pusing memikirkan penjualan/pemasukkan, untung/rugi karena pada dasarnya memelihara kelinci adalah hobi kesukaan mereka. Yah tidak jarang pula sih karena breeder dari golongan ini biasanya lebih cepat terkenal berkat mutu dan kualitas kelinci mereka dan lagi kelinci mereka juga tidak murahan, hasilnya penjualanpun mudah karena bisa dipercaya dan pada akhirnya pemasukkan mereka juga lumayan untuk bekal nambah tabungan

By: Ardya Rabbitry

Wednesday, 15 July 2015

Apakah Salah jika saya ingin menjadi peternak tanpa Memperdulikan Kemurnian Ras?



Selamat datang kembali di Blog kami, http://peternakkelincimalang.blogspot.com/. Kali ini saya akan berusaha membuat postingan artikel tentang pengetahuan dasar bagaimana cara beternak kelinci dengan topik Apakah Salah jika saya ingin menjadi peternak Tanpa Memperdulikan Kemurnian Ras?

Baiklah, saya akan memulai dengan menjawab terlebih dahulu topik di atas untuk memulai artikel ini.

Sebenarnya untuk menjawab permasalahan ini saya tidak berhak menjudge siapa yang salah atau siapa yang benar, karena dalam konteks ini keputusan yang dibuat oleh peternak adalah hak setiap individu yang berarti setiap orang dibebaskan untuk memilih bagaimana cara mereka dalam berternak kelinci. Tidak ada hukum yang mengatur dalam membuat keputusan ini. Masalahnya di sini adalah, jika anda dihadapkan pada pilihan ingin menjadi peternak bermutu atau tidak, maka tentu saja dalam hal ini saya bisa menjudge pilihan mana yang benar dan pilihan mana yang salah.

Kembali pada permasalahan di atas, jika anda ingin menjadi peternak yang bermutu maka Salah jika anda memilih tidak memperdulikan kemurnian Ras. Kemurnian Ras sangat penting untuk mengetahui mutu kelinci. Ras kelinci yang murni harganya akan jauh lebih mahal daripada ras silangan. Sudah terdapat beberapa peternak kelinci terkenal di kota malang yang bisa menghasilkan jutaan rupiah dari beternak kelinci ras murni, dan untuk medapatkan omset sebesar itu mereka tidak perlu mengkoleksi terlalu banyak kelinci hingga ratusan ekor. Dengan mengandalkan indukkan beberapa atau minimal sepuluh ekor saja kita akan bisa mendapatkan omset jutaan. Hal ini disebabkan karena harga per ekor kelinci ras murni khususnya untuk yang bersertifikat harganya bisa jutaan rupiah. Bisa di Bilang di sini kita lebih mementingan kualitas daripada kuantitas.

Kelinci Ras Murni juga sangat layak untuk di ikutkan kontes taraf nasional maupun international. Tentu saja ada kriteria-kriteria tersendiri yang perlu anda perhatikan jika anda ingin memenangkan kontes tersebut. Lain halnya dengan ras kelinci yang tidak murni yang jika anda ingin ikutkan dalam kontes, walaupun kelinci anda sudah anda anggap paling catik atau bagus bulunya maka akan langsung di diskualifikasi bahkan ketika anda baru mulai mendaftarkan. Lalu apa pentingnya kontes? Bagi peternak besar, ajang kontes sangat penting untuk meningkatkan pamor nama peternakannya di mata nasional maupun international dan hadiah dari kontes tersebut tentu saja hanya sebagai tujuan nomor 2 atau sebagai hadiah hiburan semata. Tidak heran jika beberapa peternak namanya bisa langsung melonjak dan dikenal oleh banyak orang maupun peternak nasional jika dirinya sudah berhasil memenangkan kontes.

Jika anda memilih tidak memperdulikan kemurnian ras, maka itu juga hak anda sebagai peternak. Biasanya bagi peternak yang tidak memperdulikan ras kemurnian kelinci, pangsa pasar mereka lebih ke kelinci pedaging. Untuk kelinci pedaging, bisanya penjualannya akan dihitung kiloan hidup. Harga biasanya di rentang 25 hingga 50rb per kilogram hidup tergantung wilayah masing2. Untuk anakan biasanya juga di kisaran 15-50ribu tergantung kualitas prospek mutu bibitnya dan daerah.

By: Ardya Rabbitry

Sunday, 14 June 2015

Berburu Kelinci Ternyata tidak Mudah



Minggu kemarin, saya ingin sekali menambah koleksi kelinci Lop kami. Dengan semangat berapi-api dan uang juga sudah kami siapkan kami langsung berangkat bersama istriku tercinta. Kami naik sepeda motor mio kesayangan sembari jalan-jalan di waktu minggu sore. Kegiatan ini hampir selalu kami lakukan disaat hari libur seperti pada hari minggu. Benar, semenjak kami hobi memelihara kelinci, kami seperti ketagihan untuk mencari kelinci yang bagus karena sepertinya koleksi kami di rumah tidak cukup memuaskan kami.

Motor kami kemudikan pelan-pelan sembari toleh kanan kiri sambil menikmati hawa sejuk malang di sore hari. Beberapa waktu kemudian akhirnya kami pun sampai di tempat penjual kelinci langganan kami. Begitu kami turun dari motor, kami lihat penjualnya lagi tidur pulas mungkin karena kelelahan menunggu pelanggan datang. Kami tidak enak untuk membangunkannya. Yah, kamipun langsung menuju ke tempat koleksi kelincinya. Kami berjalan menyusuri kandang-kandang kelinci tersebut, sambil memelototi satu-persatu kelinci yang ada dalam kandang. Masih banyak anakkan kelinci yang baru lahir dan masih disusui induknya. Usianya masih terlalu kecil untuk bisa kami beli karena paling masih berumur kurang dari satu minggu. Kamipun melanjutkan melihat kelinci lainnya.

Setelah beberapa lama, kelinci lop yang kami inginkan ternyata tidak ada. Akhirnya kamipun memutuskan untuk pulang. Sampai ditempat motor kami parkir, kami lihat penjualnya mulai bangun. Kami samperin, sembari ngobrol tentang kelinci. Akhirnya kami memutuskan untuk pamit pulang dan minta kabar kalau sudah ada kelinci yang kami inginkan.

Sebenarnya masih banyak tempat peternakan kelinci lain yang bisa dikunjungi, namun karena minggu sebelumnya kami sudah kesana, dan hasilnya pun sama kami rasa beberapa minggu ke depan saja kami mulai hunting lagi.

Sedikit cerita di atas menunjukkan bahwa ternyata walaupun di Malang ataupun di Batu banyak peternak kelinci, namun untuk mencari kelinci yang sesuai dengan kriteria kami benar-benar sangat susah. Jika ada, kadang-kadang penjualnya juga tidak mau menjual kepada kami dengan alasan untuk bibit indukannya sendiri. Jika ada anakannya, kadang baru berumur 2 bulan pun langsung ludes terjual ke pengepul.

Kriteria yang kami inginkanpun sebenarnya minimal harus berumur 3 bulan. Kami memang enggan jika membeli kelinci yang masih berumur 2 bulan, karena selain rentan mati, kami sebenarnya ingin mencari kelinci yang sudah siap kawin, kalau menunggu dari usia 2 bulan sangatlah lama dan walaupun saya mau, kemungkinan juga tidak akan mudah mendapatkannya karena selain harus bersaing dengan pengepul, kami juga agak pemilih orangnya. Hehe

Hal ini secara tidak langsung menunjukkan fakta bahwa permintaan kelinci dari konsumen lebih banyak daripada ketersediaan kelinci dari peternaknya. Tidak heran jika banyak peternak yang mengaku kewalahan dalam menyediakan stock kelinci karena kebutuhan konsumen memang sangat banyak. Saya Rasa jika anda mempunyai jiwa busines man, anda patut mempertimbangkan potensi mendirikan peternakan kelinci.

By: Ardya Rabbitry